Sungguh, mutiara yang tersimpan dalam ingatan fikiran dan terukir
dalam hati. Sebuah kitab suci yang diturunkan sebagai mukjizat dari Nabi
Pamungkas, Muhammad SAW. Berbagai
fenomena menakjubkan muncul di akhir zaman. Ada diantaranya yang membuat
kita kagum atau tercengang, tetapi menjadi sebuah kebanggaan.
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran,
dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (QS.Al-Hijr:9)”.
Al-qur’an benar-benar akan dijaga, baik kemurnian maupun kesuciannya. Di zaman
yang hampir dikuasai oleh teknologi ini, tak bisa dipungkiri akan kemungkinan Al-qur’an
itu bisa dirubah -banyak ataupun sedikit- isinya. Alqur’an bisa dijadikan data digitial,
dipindah dan dimasukkan ke dalam berbagai macam gadget. Namun, tetap saja bahwa
Al-qur’an akan tetap terjaga dan terpelihara. Semua teknologi itu hanyalah
buatan manusia. Manusia pun juga bisa menjaga data Al-qur’an lewat ingatan
terbaiknya. Ya, begitu jeli dan detailnya ingatan terbaik manusia untuk
mengingat Al-qur’an dengan kemurniannya secara utuh. Ingatan itu tersimpan pada
orang-orang terpilih dengan berbagai usia, kecil hingga tua.
Ada seorang anak kecil berumur 5,5 tahun yang telah menghafal
Al-qur’an 29 juz. Dengan wajah polosnya ia melantunkan surat yang telah ia
pilih sebelumnya untuk dibaca. Suaranya begitu merdu dan kepolosannya membuat
orang-orang yang melihat dan mendengarkannya tersntuh, terharu, hingga
meneteskan air mata tanda takjub dan begitu kagumnya akan ayat-ayat qur’an yang
dilantunkan. Seolah-olah seorang anak ini menyulap suasana batin seluruh
pemirsa. SUBHANALLAH. Ada lagi yang berumur 21 tahun telah menyelesaikan
hafalannya, beserta terjemahan dan memahami sebab turunnya sebuah ayat
Al-qur’an. Itu dilakukan dalam dua bulan, iya dua bulan. SUBHANALLAH. Dari
kalangan orang tua, ada banyak sekali orang-orang sholeh yang masih menjaga
kemurnian dan kesucian Al-qur’an hingga meninggal dalam keadaan membaca
Al-qur’an. SUBHANALLAH.
Al-qur’an, dengan segala kekuatannya menjadikan pilar dan
kehormatan bagi seseorang; dan dengan mukjizatnya membuat mudah untuk dihafal
bagi segala macam orang. Dengan kelembutannya, menjadikan amarah menjadi kasih
sayng dan rahmat. Maka Al-qur’an telah sungguh dimudahkan untuk dihafal. “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka
adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS.Al-qomar:22). Jadi, beruntunglah
orang yang merasakan kemudahan ini dan
menggunakannya sebagai kekuatan untuk menghafal qur’an.
Sungguh beruntung orang yang menghafal qur’an. Mereka menjadi para
pasukan Allah untuk menjaga mukjizat
terbesar zaman ini. Mereka menjadi
orang-orang yang dikhususkan oleh Allah. Mereka menjadi orang-orang pilihan
Allah. Mereka dirahmati Allah, diberkahi Allah, dan mereka akan diridhoi Allah.
Bagaimana tidak, siapa yang ingin hidupnya dijamin ? Siapa yang ingin dalam
kehidupannya selalu ditunjukkan pada kebaikan ? Siapa yang ingin segala
urusannya ditanggung oleh Allah ? Siapa yang ingin mendapat kemuliaan dalam
hidupnya ? Dan siapa yang ingin mendapat ridho Allah ? Inilah renungan
sekaligus motivasi awal bagi kita sebagai umat yang percaya dengan Al-qur’an.