Minggu, 27 Juli 2014

Telah Dimudahkan Untuk Diingat, Maka Siapa Yang Akan Mengingat ?




Sungguh, mutiara yang tersimpan dalam ingatan fikiran dan terukir dalam hati. Sebuah kitab suci yang diturunkan sebagai mukjizat dari Nabi Pamungkas, Muhammad SAW. Berbagai  fenomena menakjubkan muncul di akhir zaman. Ada diantaranya yang membuat kita kagum atau tercengang, tetapi menjadi sebuah kebanggaan.
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (QS.Al-Hijr:9)”. Al-qur’an benar-benar akan dijaga, baik kemurnian maupun kesuciannya. Di zaman yang hampir dikuasai oleh teknologi ini, tak bisa dipungkiri akan kemungkinan Al-qur’an itu bisa dirubah -banyak ataupun sedikit- isinya.  Alqur’an bisa dijadikan data digitial, dipindah dan dimasukkan ke dalam berbagai macam gadget. Namun, tetap saja bahwa Al-qur’an akan tetap terjaga dan terpelihara. Semua teknologi itu hanyalah buatan manusia. Manusia pun juga bisa menjaga data Al-qur’an lewat ingatan terbaiknya. Ya, begitu jeli dan detailnya ingatan terbaik manusia untuk mengingat Al-qur’an dengan kemurniannya secara utuh. Ingatan itu tersimpan pada orang-orang terpilih dengan berbagai usia, kecil hingga tua.
Ada seorang anak kecil berumur 5,5 tahun yang telah menghafal Al-qur’an 29 juz. Dengan wajah polosnya ia melantunkan surat yang telah ia pilih sebelumnya untuk dibaca. Suaranya begitu merdu dan kepolosannya membuat orang-orang yang melihat dan mendengarkannya tersntuh, terharu, hingga meneteskan air mata tanda takjub dan begitu kagumnya akan ayat-ayat qur’an yang dilantunkan. Seolah-olah seorang anak ini menyulap suasana batin seluruh pemirsa. SUBHANALLAH. Ada lagi yang berumur 21 tahun telah menyelesaikan hafalannya, beserta terjemahan dan memahami sebab turunnya sebuah ayat Al-qur’an. Itu dilakukan dalam dua bulan, iya dua bulan. SUBHANALLAH. Dari kalangan orang tua, ada banyak sekali orang-orang sholeh yang masih menjaga kemurnian dan kesucian Al-qur’an hingga meninggal dalam keadaan membaca Al-qur’an. SUBHANALLAH.
Al-qur’an, dengan segala kekuatannya menjadikan pilar dan kehormatan bagi seseorang; dan dengan mukjizatnya membuat mudah untuk dihafal bagi segala macam orang. Dengan kelembutannya, menjadikan amarah menjadi kasih sayng dan rahmat. Maka Al-qur’an telah sungguh dimudahkan untuk dihafal. “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS.Al-qomar:22). Jadi, beruntunglah orang  yang merasakan kemudahan ini dan menggunakannya sebagai kekuatan untuk menghafal qur’an.
Sungguh beruntung orang yang menghafal qur’an. Mereka menjadi para pasukan Allah untuk  menjaga mukjizat terbesar zaman ini.  Mereka menjadi orang-orang yang dikhususkan oleh Allah. Mereka menjadi orang-orang pilihan Allah. Mereka dirahmati Allah, diberkahi Allah, dan mereka akan diridhoi Allah. Bagaimana tidak, siapa yang ingin hidupnya dijamin ? Siapa yang ingin dalam kehidupannya selalu ditunjukkan pada kebaikan ? Siapa yang ingin segala urusannya ditanggung oleh Allah ? Siapa yang ingin mendapat kemuliaan dalam hidupnya ? Dan siapa yang ingin mendapat ridho Allah ? Inilah renungan sekaligus motivasi awal bagi kita sebagai umat yang percaya dengan Al-qur’an.