Jumat, 30 Januari 2015

Apa yang Menyebabkan Target Ini Tidak Terlaksana Semua ?




Slamet akan pulang setelah sholat Jum’at. Mungkin itu target utamanya hari Jum’at ini. Ia beberapa kali sebelumnya ditelpon oleh ibunya agar pulang. Sedangkan target keduanya adalah mengisi kursus bahasa Arab adek kelasnya. Slamet sedang  berada di tempat tinggal temannya karena pagi tadi mulai pukul tujuh hingga pukul sebelas ada acara di organisasinya. Maka ia bersiap-siap sebelum sholat Jum’at karena ia ingin langsung pulang setelah sholat Jum’at tanpa makan siang terlebih dahulu. Tentu, makanan masakan ibu lebih nikmat. Dan memang ibunya selalu masak untuk anaknya ketika anaknya pulang ke rumah.Sekitar lima belas menit berselang, adzan berkumandang. Maka ia berangkat menuju masjid untuk melaksanakan sholat Jum’at.
Setelah sholat Jum’at ia mengirim pesan via SMS kepada temannya yang mengajaknya bermain futsal. Namun tak ada balasan. Ia masih ragu apakah futsal ini jadi atau tidak ?. Jika jadi, ia tidak pulang ke rumah tetapi ia langsung menuju tempat kursus setelah bermain futsal yaitu pukul delapan malam. Futsal sebelumnya dimulai pukul delapan. Namun Slamet meminta dimulai lebih awal agar ia bisa ikut bermain futsal dan tidak meninggalkan jadwal kursusnya. Jadi walaupun target pertama tidak terlaksana, target kedua bisa ia usahakan.
Slamet lapar dan kebetulan temannya mengajaknya makan. Ia pun menuruti ajakannya karena mungkin saja ketika makan SMSnya tentang kepastian futsal dibalas. Saat akan berangkat makan, Slamte teringat jaketnya ada yang kebesaran. Ia ingin mengecilkan ukurannya. Ia menawari temannya juga apakah mau mengantarkannya mengecilkan ukuran jaket. Temannya menyetujui tawarannya. Maka berangkatlah mereka berdua untuk mengecilkan jaket kemudian makan siang.
Ketika mengecilkan jaket, Slamet mengira permintaan jaket tersebut bisa ditinggal terlebih dahulu. Barangkali si penjahit masih sibuk dengan banyaknya pesanan. Ternyata si penjahit  menangani langsung jaket Slamet dan menyuruhnya untuk menunggu. Sekitar satu jam lebih jaket itu dikerjakan. Kemudian mereka berdua makan siang bersama di warung dekat kampusnya.  Setengah tiga siang mereka berdua selesai makan siang. Setelah sampai kembali di kamar kos temannya, ia menyambungkan charger HP untuk mengisi daya karena HP-nya lowbatt. Slamet menunggu pengisian daya baterai HP sambil tidur-tiduran. Tak terasa Slamet ketiduran sampai jam setengah enam dan belum sholat ashar. Ia terbangun tapi kepalanya pusing. Setelah sholat ia kemudian merebahkan diri di atas kasur hingga maghrib.
Setelah maghrib ternyata turun hujan. Slamet menunggu hujan lumayan reda sampai jam tujuh. Jam tujuh  seharusnya ia berangkat bermain futsal. Tapi ia tetap berada di dalam kamar. Ia berada di dalam kamar  sampai jam delapan. Seharusnya jam delapan ia ada janjii untuk mengisi kursus bahasa Arab. Namun, ia batalkan dengan alasan hujan masih belum reda. Ia tetap di kamar kos temannya tanpa ada kegiatan berarti. Hingga malam berlalu Slamet tetap berada di kos temannya.
Di atas kasur, ia bergumam “Batal semua target dan deadline. Target pertama pulang, gagal. Target kedua mengisi kursus, gagal. Ajakan futsal juga gagal. Aku mengecewakan banyak orang. Keluargaku yang ada di rumah, adek-adek kelasku yang membutuhkan ilmu dalam kursus, serta teman-teman yang mengajak futsal dan aku mengecewakan mereka padahal aku yang meminta waktunya dimajukan”. Sebenarnya, apa yang menyebabkan target-target ini tidak terlaksana semua ?

Sabtu, 10 Januari 2015

Tantang Film dan Game Anda dengan Membaca Al-qur’an


...وارزقنا تلاوته أناء اليل و أطراف النهار..   (Anugerahilah kami untuk senantiasa membacanya (al-qur’an) sepanjang malam dan siang). Potongan doa tersebut mungkin cukup memotivasi kita agar terus membaca al-qur’an. Selama ini berapa lama dalam sehari kita mengaji (membaca) alqur’an ?. Kapan kita membaca al-qur’an ? Apakah setiap hari ? jika iya, berapa lama dalam sehari ? Atau jika tidak setiap hari, dalam seminggu berapa kali kita membaca al-qur’an ? Tentu ada jawaban berbeda dari setiap orang, selain ada kesamaan antara individu satu dengan lainnya.
Apakah membaca al-qur’an itu membosankan bahkan melelahkan ? Bagi anda yang menjawab ‘iya’, mungkin anda belum terbiasa atau bahkan belum menikmati bacaan al-qur’an. Bagi para remaja yang suka nonton film, berapa lama anda kuat menonton film kesayangan anda ? Dua jam mungkin ? Atau lebih dari dua jam ? Wajar, jika anda sangat gemar dengan film tersebut atau film yang anda tonton adalah film kesayangan anda. Bagi anda yang suka nge-game, berapa lama anda kuat bermain game ? Apalagi itu adalah game kesayangan anda ? Dua jam pula ? Atau lebih ? Atau bahkan hingga semalam suntuk ? Itu juga wajar karena anda suka nge-game dan game itu adalah game kesayangan anda.
Bagaimana jika waktu tersebut kita gunakan untuk membaca al-qur’an ? Jika belum terbiasa mengaji, mungkin membaca al-qur’an adalah hal biasa yang membosankan bahkan melelahkan. Karena kita hanya duduk, membaca dan membaca. Mungkin anda yang merasa bosan membaca al-qur’an perlu menyetel ulang bagaimana membaca al-qur’an itu. Perlu juga anda membangun kembali anggapan bahwa membaca al-qur’an itu tidaklah membosankan. Jika waktu selama dua jam, tiga jam atau lebih dari tiga jam kita gunakan untuk membaca al-qur’an, apakah itu melelahkan ? Jawabannya mungkin memang melelahkan.
Coba kita bandingkan, apakah setelah menonton film kesayangan anda merasa lelah atau capek ? Jika jawaban anda ‘iya’, sama halnya dengan membaca al-qur’an. Namun, berbeda sensasi setelah menonton film dengan membaca al-qur’an-kalau belum terbiasa-. Kalau belum terbiasa, rasa lelah tersebut sangat terasa dan membaca al-qur’an terasa berat. Berbeda halnya dengan menonton film atau bermain game. Saat selesai menonton film kesayangan atau bermain game, anda mungkin merasa senang dan lega. Yang menjadikan anda merasa lelah tapi juga merasa lega setelah selesai adalah kerena film yang anda tonton atau game yang anda mainkan adalah hal yang mengasyikkan dan menyenangkan bagi anda. Bagaimana jika ‘mengasyikkan dan menyenangkan’ tersebut diterapkan dalam membaca al-qur’an ? Silahkan dicoba.
Maksud penerapan ini bukan secara serta merta anda harus meniadakan hal yang ‘mengasyikkan dan menyenangkan’ sebelumnya. Jika anda masih senang dan gemar dengan nonton film dan main game, tantang diri anda untuk memberikan porsi yang sama dalam membaca al-qur’an. Jika anda bisa menonton film atau bermain game selama dua jam, tantang diri anda agar bisa membaca al-qur’an selama itu. Jika dirasa terlalu berat, bandingkan setengahnya yaitu satu jam. Jika dirasa berat, bandingkan seperempatnya yaitu setengah jam. Jika masih dirasa berat, bandingkan seperdelapannya yaitu seperempat jam. Jika masih saja berat, sepuluh menit bahkan lima menit dalam sehari bacalah al-qur’an atau biasakan membaca al-qur’an.
Setelah anda terbiasa membaca al-qur’an selama lima menit dalam sehari, tingkatkanlah kebiasaan anda menjadi sepuluh menit. Setelah anda merasa biasa membaca al-qur’an selama sepuluh menit dalam sehari, tingkatkan menjadi lima belas menit atau seperempat jam dalam sehari untuk membaca al-qur’an. Jika anda punya banyak kegiatan atau kegiatan anda dalam sehari sangat padat, pisahkanlah waktu membaca al-qur’an anda. Anda bisa membacanya tiga kali sehari, setiap satu kali waktunya lima menit. Jadi total lima belas menit dalam sehari bisa anda dapatkan. Setelah anda terbiasa membaca al-qur’an selama durasi waktu tersebut, anda bisa meningkatkan waktu total membaca al-qur’an dalam sehari menjadi setengah jam hingga dua jam. Jika anda punya banyak kegiatan atau kegiatan anda dalam sehari sangat padat, sisihkanlah untuk membaca al-qur’an dan bagilah dalam waktu total tersebut selama beberapa kali, bisa dua, tiga atau lima kali yaitu setiap selesai sholat.
Jika anda bisa terbiasa melaksanakan rancangan aktivitas rutin diatas dan menikmati kegiatan tersebut, maka akan muncul kesan dan anggapan dalam diri anda yaitu ‘membaca al-qur’an itu mengasyikkan dan menyenangkan’. Tentunya tidak hanya cara seperti ini saja yang menjadikan kita membuang jauh-jauh anggapan ‘membaca al-qur’an itu membocankan dan melelahkan’. Ada berbagai cara yang dapat mewarnai diri anda dengan bermacam-macam corak untuk menumbuhkan cinta kita pada al-qur’an. Ini adalah salah satu corak warna bibit cinta qur’an. Jika anda tidak percaya dengan cara ini, segera cobalah minimal selama satu bulan atau empat puluh hari. Semoga anda tidak percaya.

Semoga celoteh kecil ini bisa bermanfaat