Selasa,
31 Desember 2013. Segerombolan remaja menjadwalkan untuk peringatan tahun baru
2013 bersama teman sekelas semester awal kuliah. Telah dua semester mereka
tidak berada dalam satu kelas. Karena itu, mereka ingin mengadakan acara untuk
merasakan kebersamaan awal kuliah mereka dua semester lalu. Dan kebetulan
memang, ini adalah saat yang tepat untuk itu. Saat ujian akhir semester hanya
tinggal satu hari. Begitu pula dengan tahun 2013 yang hanya tinggal hari ini
saja. Peringatan tahun baru 2014 di pantai kondang Merak , Malang selatan
menjadi tujuan mereka.
Namun,
tahun hijriah menunjukkan “rabu wekasan”, yaitu rabu akhir bulan Shafar. Saat
dimana diturunkan sekitar 300.00-an bala’ (bisa disebut musibah) kesialan.
Situasi yang berbeda dari yang mereka harapkan. Walau begitu, mereka tetap
berangkat. Mereka tidaklah menginginkan apa yang ada pada rabu wekasan, tapi
mereka hanya ingin menjalin kebersamaan yang telah direncanakan dengan janji.
Kondang
Merak, sebuah pantai yang indah di malang selatan dengan pesona yang masih
alami dan belum banyak terjamah oleh orang-orang. Mereka yang berjumlah
Sembilan belas orang berangkat sekitar pukul 13.00 dan diperkirakan dua jam
mereka bisa sampai ke tempat yang telah dituju.
Tampaknya
perjalanan mereka lancar. Jalan yang menanjak dan kurang bersahabat memang
menjadi satu-satunya rute yang harus dilewati kendaraan mereka, yaitu mobil
Suzuki Avanza dan Estilo serta tiga sepeda motor: Yamaha Vixion, Honda Revo,
dan Honda Beat. Namun, hal yang tidak diharapkan terjadi saat mobil Esilo
menaiki tanjakan bebatuan dan becek karena hujan turun sejak tiga puluh menit
dari pukul 17.00.
Banyak
orang yang berlalu lalang melihat serta bertanya kondisi mereka. Tapi, belum
ada yang dapat membantu mereka menuju pantai. Mereka pun memutuskan agar
teman-teman wanita pergi dulu dengan mobil Avanza dan dua sepeda motor. Sisanya
enam laki-laki berada di tempat tersebut. Setelah dicek, hasilnya mengharuskan
dua orang turun untuk mencari oli, karena habis atau bocor mungkin. Maka Sesar
dan Mirza turun ke jalan bawah sekiranya mereka mendapat oli.
Setelah
menunggu sekitar dua puluh menit, oli datang dan segera dituangkan. Mereka
berusaha mendorong mobil beberapa kali, namun hasilnya nihil. Mirza memutuskan
turun lagi bersama Badi’ untuk mencari bantuan. Sekitar 40 menit setelahnya,
datang tiga orang yaitu Azim, Kholis, dan Rusydi adik dari Baroroh. Mereka bertiga
membawa beberapa makanan dan minuman dari pantai. Tetapi, mereka semua tetap
menunggu Badi’ dan Mirza. Beberapa saat kemudian, Iqbal dan Ahdiat naik untuk
mencari bantuan di pantai, barangkali bisa diminta.
Sampai jam
sepuluh malam, Mirza dan Badi’ sampai kembali di mobil yang mogok ini bersama
mobil Truck yang akan menarik mobil ini kembali ke bawah. Di saat yang sama,
datang pula Iqbal dan Ahdiat bersama mobil Jipp dengan tujuan menarik menarik
mobil ke pantai. Mereka memutuskan mobil ini agar turun ke bawah dengan Mirza
dan Sesar, sedangkan sisanya ikut mobil Jipp ke pantai beserta barang-barang
yang diperlukan.
Perayaan
tahun baru di pantai lumayan meriah, namun mereka masih menantikan kehadiran
Mirza dan Sesar. Setelah perayaan, terlihat sepeda motor dari pos. Kabar
gembira, itu adalah Sesar yang diantar oleh temannya. Maka mereka merayakan
tahun baru ini semalaman bersama-sama dengan bakar-bakar, bernyanyi, juga
berjalan-jalan di perairan mencari hewan-hewan di perairan dangkal. Akan
tetapi, masih ada satu yang mengganjal dan menjadi beban pikiran. Mirza masih
berada di bawah sana. Bagaimana keadaannya ?
Harrah's Philadelphia Casino & Racetrack - Mapyro
BalasHapusHarrah's 김천 출장샵 Philadelphia 여수 출장안마 Casino & Racetrack in Philadelphia 전라남도 출장샵 is a casino 여주 출장안마 and racetrack located in Chester, Pennsylvania. 공주 출장안마