Selasa, 04 November 2014

“Psychlogy is the great !”




Belajar Psikologi, menurut saya adalah sangat menarik. Ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan ini memang unik. Karena objek yang dikaji adalah jiwa.  Sedangkan jiwa adalah hal yang abstrak, tak nyata. Yang nampak dari gejala-gejala kejiwaan ini adalah perilaku. Memang, manusia adalah makhluk yang hebat. Manusia mempunyai rasa keingintahuan yang terus berkembang, hingga dia ingin mengetahui tentang dirinya sendiri.
 
Kemudian, manusia mulai mengamati perilaku-perilaku manusia lainnya. Dia mengamati apa, mengapa, dan bagaimana manusia berperilaku. Mereka mengamati manusia dari setiap kalangan, berbagai umur mulai sejak lahir hingga tua.
Kita sebagai ummat Islam, mungkin perlu juga untuk mengetahui, bahwa dalam kitab suci pedoman kita yaitu Al Qur’an juga membahas tentang jiwa ini. Al Qur’an telah menyebutkan tentang  jiwa berupa kata “ruh”  atau “nafsu”  di beberapa surat, diantaranya :
a.       Surat Al Israa’ ayat 85
Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit”.
b.      Surat Yusuf ayat 53
Dan aku tidak (menyatakan) diiriku bebas (dari kesalahan) nafsu/ jiwa selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu/jiwa) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang
c.       Surat Al Fajr ayat 27-30
Wahai jiwa yang tenang(27)Kembalilah pada Tuhanmu dengan ridha dan diridhaiNya(28)Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu(29)Dan masuklah ke dalam surgaKu 
Jiwa juga dibuat sumpah oleh Allah dalam Al Qur’an, diantaranya:
a.       Surat Al Qiyamah ayat 2
Dan aku bersumpah demi jiwa yangselalu menyesali (diri sendiri)
b.      Asy Syams ayat 7
Demi jiwa serta penyempurnaan(ciptaan)Nya

Sekedar cerita, ketika saya akan mendaftar masuk Universitas lewat  jalur SNMPTN, tentunya saya harus memilih jurusan kuliah saya. Saya  memilih jurusan Psikologi. Saya memilih jurusan itu bukan hanya untuk mencari iijazah dan pekerjaan untuk masa depan, tetapi lebih pada fungsinya dan manfaatnya. Dengan ilmu itu saya bisa mengetahui kepribadian orang lain, bisa memahami orang lain, juga bisa membantu menyelesaikan masalahnya. Saya ingin bermanfaat bagi orang lain. Dan yang terpenting, saya bisa mengerti tentang diri ini, untuk apa dan harus bagaimana saya berperilaku dan bersikap, juga apa makna terdalam dari diri ini, seperti tujuan dari Humanistik.
            Ternyata, sedikit demi sedikit saya mulai bisa memanivestasikan materi-materi yang telah saya dapat. Dengan mempelajari tentang strukturalisme dan fungsionalisme, saya bisa mengintropeksi, mengevaluasi, dan mem-planning diri saya. Dengan mempelajari tentang psikoanalisis, saya memahami perbuatan dan sikap yang saya lakukan. Saya mulai mengetahui mana ego saya, dan mana super-ego saya. Dengan mempelajari Behaviorisme, saya mengetahui perilaku yang telah menjadi kebiasaan saya. Dan dengan mempelajari Humanistik, saya mengetahui potensi dan eksistensi manusia di dunia ini yang menjadi hamba pada Tuhannya.
            Setiap materi yang  dipelajari, bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan yang saya jalani di Universitas ini adalah proses belajar. Bukan hanya perkuliahan saja, mungkin juga setiap perilaku kita adalah hasil belajar kita lewat indera kita di masa kini ataupun masa lalu, sebagaimana teori Walker dalam bukunya Conditioning and Instrumental Learning(1967) mengenai pengertian belajar yaitu “perubahan perbuatan sebagai akibat dari pengalaman“. Bagaimana orang bisa lupa,  bagaimana orang bisa susah melupakan kejadian masa lalunya, dan bagaimana kita bisa merencanakan apa yang akan kita lakukan adalah aplikasi dari materi belajar dan mengingat/mengahafal.
            Manfaat Psikologi dalam kehidupan sehari-hari memang terasa dan terealisai dalam kehidupan sehari-hari. Manusia tak mungkin bisa hidup sendiri. Dia pasti membutuhkan orang lain. Dia juga pasti berinteraksi dengan orang lain. Untuk menjalin interaksi yang bagus itulah, manusia juga membutuhkan Psikologi.

Ketika saya bergaul dengan orang-orang di sekitar saya, saya mulai merasakan itu. Saya berusaha memahami orang lain. Ketika teman-teman saya berada dalam masalah, dia bercerita dan meminta solusi kepada saya. Saya mulai mencoba untuk menerka apa yang sedang dialami oleh teman saya itu. Saya mencoba membuka rasa empati agar saya bisa merasakan seandainya sayabeerada dalam masalah itu. Sedikit demi sedikit, saya bisa membantu masalahnya. Hubungan saya dengan teman-teman saya pun mulai jadi lebih baik dan lebih akrab. Saya juga merasa sedikit lebih mudah untuk menjadi akrab dengan orang lain.
Selain itu, ternyata saya juga telah mulai memahami contoh konkrit beberapa pelajaran psikologi, diantaranya adalah emosi, persepsi, sensasi, kognisi, perasaan, dan penalaran. Pada seorang pria yang sedang jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan seorang wanita ada pelajaran itu semua. Ketika baru melihat dan mengetahui wanita, pria ini menggunakan alat indera untuk mengenal, itulah yang dinamakan proses persepsi. Kemudian dia memikirkan dan bernalar-yang merupakan kognisi- tentang wanita yang diamatinya itu. Selanjutnya, muncullah suatu sensasi yang berupa aksi pria berdasarkan perasaan yang timbul dari dirinya dan apa yang dipersepsikannya. Timbul rasa cinta kepada Si “dia”, marah bila kita atau dia diganggu, takut jika kehilangan dia, dan  sebagainya adalah contoh riil dari salah satu pelajaran psikologi, yaitu emosi.
Walaupun masih sedikit yang saya dapatkanda n saya pelajari dari psikologi, tetapi saya merasakan manfaat yang nyata dari ilmu psikologi ini. Pada awal pertemuan kuliah, setiap mahasiswa di kelas diberi pertanyaan “Mengapa anda masuk psikologi ?” Ketika tiba giliran saya mendapat pertanyaan itu, saya menjawab “Karena Psikologi  adalah ilmu yang hebat. Orang yang bisa memahami, menerapkan, dan menguasai  Psikologi adalah orang yang hebat dan luar biasa”. Mungkin, jawaban saya yang tanpa pikir panjang itu ada benarnya juga. Dan itulah salah satu keinginan saya. “Psychlogy is the great !”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar