Sabtu, 10 Januari 2015

Tantang Film dan Game Anda dengan Membaca Al-qur’an


...وارزقنا تلاوته أناء اليل و أطراف النهار..   (Anugerahilah kami untuk senantiasa membacanya (al-qur’an) sepanjang malam dan siang). Potongan doa tersebut mungkin cukup memotivasi kita agar terus membaca al-qur’an. Selama ini berapa lama dalam sehari kita mengaji (membaca) alqur’an ?. Kapan kita membaca al-qur’an ? Apakah setiap hari ? jika iya, berapa lama dalam sehari ? Atau jika tidak setiap hari, dalam seminggu berapa kali kita membaca al-qur’an ? Tentu ada jawaban berbeda dari setiap orang, selain ada kesamaan antara individu satu dengan lainnya.
Apakah membaca al-qur’an itu membosankan bahkan melelahkan ? Bagi anda yang menjawab ‘iya’, mungkin anda belum terbiasa atau bahkan belum menikmati bacaan al-qur’an. Bagi para remaja yang suka nonton film, berapa lama anda kuat menonton film kesayangan anda ? Dua jam mungkin ? Atau lebih dari dua jam ? Wajar, jika anda sangat gemar dengan film tersebut atau film yang anda tonton adalah film kesayangan anda. Bagi anda yang suka nge-game, berapa lama anda kuat bermain game ? Apalagi itu adalah game kesayangan anda ? Dua jam pula ? Atau lebih ? Atau bahkan hingga semalam suntuk ? Itu juga wajar karena anda suka nge-game dan game itu adalah game kesayangan anda.
Bagaimana jika waktu tersebut kita gunakan untuk membaca al-qur’an ? Jika belum terbiasa mengaji, mungkin membaca al-qur’an adalah hal biasa yang membosankan bahkan melelahkan. Karena kita hanya duduk, membaca dan membaca. Mungkin anda yang merasa bosan membaca al-qur’an perlu menyetel ulang bagaimana membaca al-qur’an itu. Perlu juga anda membangun kembali anggapan bahwa membaca al-qur’an itu tidaklah membosankan. Jika waktu selama dua jam, tiga jam atau lebih dari tiga jam kita gunakan untuk membaca al-qur’an, apakah itu melelahkan ? Jawabannya mungkin memang melelahkan.
Coba kita bandingkan, apakah setelah menonton film kesayangan anda merasa lelah atau capek ? Jika jawaban anda ‘iya’, sama halnya dengan membaca al-qur’an. Namun, berbeda sensasi setelah menonton film dengan membaca al-qur’an-kalau belum terbiasa-. Kalau belum terbiasa, rasa lelah tersebut sangat terasa dan membaca al-qur’an terasa berat. Berbeda halnya dengan menonton film atau bermain game. Saat selesai menonton film kesayangan atau bermain game, anda mungkin merasa senang dan lega. Yang menjadikan anda merasa lelah tapi juga merasa lega setelah selesai adalah kerena film yang anda tonton atau game yang anda mainkan adalah hal yang mengasyikkan dan menyenangkan bagi anda. Bagaimana jika ‘mengasyikkan dan menyenangkan’ tersebut diterapkan dalam membaca al-qur’an ? Silahkan dicoba.
Maksud penerapan ini bukan secara serta merta anda harus meniadakan hal yang ‘mengasyikkan dan menyenangkan’ sebelumnya. Jika anda masih senang dan gemar dengan nonton film dan main game, tantang diri anda untuk memberikan porsi yang sama dalam membaca al-qur’an. Jika anda bisa menonton film atau bermain game selama dua jam, tantang diri anda agar bisa membaca al-qur’an selama itu. Jika dirasa terlalu berat, bandingkan setengahnya yaitu satu jam. Jika dirasa berat, bandingkan seperempatnya yaitu setengah jam. Jika masih dirasa berat, bandingkan seperdelapannya yaitu seperempat jam. Jika masih saja berat, sepuluh menit bahkan lima menit dalam sehari bacalah al-qur’an atau biasakan membaca al-qur’an.
Setelah anda terbiasa membaca al-qur’an selama lima menit dalam sehari, tingkatkanlah kebiasaan anda menjadi sepuluh menit. Setelah anda merasa biasa membaca al-qur’an selama sepuluh menit dalam sehari, tingkatkan menjadi lima belas menit atau seperempat jam dalam sehari untuk membaca al-qur’an. Jika anda punya banyak kegiatan atau kegiatan anda dalam sehari sangat padat, pisahkanlah waktu membaca al-qur’an anda. Anda bisa membacanya tiga kali sehari, setiap satu kali waktunya lima menit. Jadi total lima belas menit dalam sehari bisa anda dapatkan. Setelah anda terbiasa membaca al-qur’an selama durasi waktu tersebut, anda bisa meningkatkan waktu total membaca al-qur’an dalam sehari menjadi setengah jam hingga dua jam. Jika anda punya banyak kegiatan atau kegiatan anda dalam sehari sangat padat, sisihkanlah untuk membaca al-qur’an dan bagilah dalam waktu total tersebut selama beberapa kali, bisa dua, tiga atau lima kali yaitu setiap selesai sholat.
Jika anda bisa terbiasa melaksanakan rancangan aktivitas rutin diatas dan menikmati kegiatan tersebut, maka akan muncul kesan dan anggapan dalam diri anda yaitu ‘membaca al-qur’an itu mengasyikkan dan menyenangkan’. Tentunya tidak hanya cara seperti ini saja yang menjadikan kita membuang jauh-jauh anggapan ‘membaca al-qur’an itu membocankan dan melelahkan’. Ada berbagai cara yang dapat mewarnai diri anda dengan bermacam-macam corak untuk menumbuhkan cinta kita pada al-qur’an. Ini adalah salah satu corak warna bibit cinta qur’an. Jika anda tidak percaya dengan cara ini, segera cobalah minimal selama satu bulan atau empat puluh hari. Semoga anda tidak percaya.

Semoga celoteh kecil ini bisa bermanfaat








Tidak ada komentar:

Posting Komentar