Senin, 02 Maret 2015

Kebenaran Ikan di Lautan




Ki Kamto yang pertama bercerita. Ia menceritakan apa yang ia dapat dari lautan selama ini. Ia bukan mendapat ikan seperti halnya para nelayan, akan tetapi akan ia menceritakan tentang sejauh apa yang ia ketahui mengenai ikan yang ada di laut. Ia menceritakan tentang bagaimana wujud ikan di laut. “Ikan di laut itu berbentuk kecil dan berwarna cerah. Saya menjelajahi lautan hingga hampir mengitari lima pulau. Yang saya temukan, ikan-ikan di laut itu mempunyai bentuk kecil dan warnanya cerah” Ungkap Ki Kamto yang duduk di sebelah kanan pohon pinus itu.
Mentari pagi menjulang menmancarkan sinar cerah di bukit tinggi. Di ujung bukit itu ada sebuah tempat terbuka dengan tatanan batu yang tersusun alami. Tempat itu biasa dipakai perkumpulan atau pertemuan orang-orang hebat, para pengembara maupun para petualang. Kini ada dua orang petualang bertemu. Mereka berdua bertemu setelah selama tiga kali purnama berpetualang di lautan. Mereka bertemu untuk saling bertukar cerita tentang apa saja yang mereka dapat dari petualangannya di lautan. Mereka berdua  adalah Ki Kamto dan Ki Wabar.
Berbeda dengan Ki Kamto, cerita Ki Wabar tidaklah sama seperti yang dikemukakan oleh Ki Kamto. Menurutnya ikan di lautan itu bukan hanya berbentuk kecil dan berwarna cerah. “Dari pengalaman saya selama tiga kali purnama menjelajahi lautan, saya tidak hanya menemukan ikan laut itu berwarna cerah dan bentuknya kecil. Saya menemukan banyak ikan yang besar dan berwarna gelap. Saya ini mengitari hampir lima lautan pula. Saya awalnya memang menyangka kalau ikan laut itu kecil dan warnanya cerah. Tetapi ternyata tidak”. Balas cerita Ki Wabar yang ada di sisi kiri dengan mengelus-elus dagunya.
Mendengar cerita Ki Wabar, Ki Kamto ingin menunjukkan bukti bahwa cerita penjelahannya tentang ikan di laut adalah nyata dan benar. Ia mengambil bungkusan besar dari peti kayunya yang dibawa oleh anak buahnya dan membukanya kemudian memperlihatkan isinya pada Ki Wabar “Ini bukti bahwa ikan di laut adalah kecil dan berwarna cerah. Silahkan lihat di dalam peti kotak ini” Benar. Di dalam peti kayu yang basah tersebut ada banyak sekali ikan berwarna-warni dan hampir semuanya cerah. Ukuran ikan-ikan tersebut juga kecil persis seperti yang ia ceritakan.
Ki Wabar melihat apa yang ada di dalam peti Ki Kamto. Memang benar cerita Ki Kamto bahwa ikan di laut berukuran kecil dengan warna cerah. Namun Ki Wabar pun juga ingin membuktikan bahwa ceritanya tidaklah salah. Ia telah siap membawa ikan laut seperti yang diceritakannya. Ikan itu berada di dalam wadah kayu yang bisa diisi oleh dua orang berbaring sejajar. Di dalam wadah kayu yang ditarik oleh dua ekor kuda tersebut ada dua ikan empat ikan berukuran separuh dari panjang satu orang dewasa dan lebarnya hampir sama dengan ukuran lebar orang dewasa. Empat ikan itu berwarna coklat kehitam-hitaman. “LIhatlah, ini adalah bukti petualanganku dan bukti kalau ceritaku tidak salah” Ki Kamto pun melihatnya dan memang benar seperti yang diceritakan oleh Ki Wabar.
Ki Ageng yang sejak awal duduk manis mendengarkan cerita mereka berdua dan menyaksikan bukti masing-masing dari hasil petualangan di lautan selama tiga kali purnama, akhirnya mengeluarkan suaranya yang serak berat untuk mengambil kesimpulan “Jadi sekarang ada dua kebenaran tentang ikan di lautan”.

1 komentar: