Ki Kamto yang pertama bercerita. Ia
menceritakan apa yang ia dapat dari lautan selama ini. Ia bukan mendapat ikan
seperti halnya para nelayan, akan tetapi akan ia menceritakan tentang sejauh
apa yang ia ketahui mengenai ikan yang ada di laut. Ia menceritakan tentang bagaimana
wujud ikan di laut. “Ikan di laut itu berbentuk kecil dan berwarna cerah. Saya
menjelajahi lautan hingga hampir mengitari lima pulau. Yang saya temukan,
ikan-ikan di laut itu mempunyai bentuk kecil dan warnanya cerah” Ungkap Ki
Kamto yang duduk di sebelah kanan pohon pinus itu.
Mentari pagi menjulang menmancarkan sinar
cerah di bukit tinggi. Di ujung bukit itu ada sebuah tempat terbuka dengan
tatanan batu yang tersusun alami. Tempat itu biasa dipakai perkumpulan atau
pertemuan orang-orang hebat, para pengembara maupun para petualang. Kini ada
dua orang petualang bertemu. Mereka berdua bertemu setelah selama tiga kali
purnama berpetualang di lautan. Mereka bertemu untuk saling bertukar cerita
tentang apa saja yang mereka dapat dari petualangannya di lautan. Mereka berdua
adalah Ki Kamto dan Ki Wabar.
Berbeda dengan Ki Kamto, cerita Ki Wabar tidaklah
sama seperti yang dikemukakan oleh Ki Kamto. Menurutnya ikan di lautan itu bukan
hanya berbentuk kecil dan berwarna cerah. “Dari pengalaman saya selama tiga
kali purnama menjelajahi lautan, saya tidak hanya menemukan ikan laut itu
berwarna cerah dan bentuknya kecil. Saya menemukan banyak ikan yang besar dan
berwarna gelap. Saya ini mengitari hampir lima lautan pula. Saya awalnya memang
menyangka kalau ikan laut itu kecil dan warnanya cerah. Tetapi ternyata tidak”.
Balas cerita Ki Wabar yang ada di sisi kiri dengan mengelus-elus dagunya.
Mendengar cerita Ki Wabar, Ki Kamto ingin
menunjukkan bukti bahwa cerita penjelahannya tentang ikan di laut adalah nyata
dan benar. Ia mengambil bungkusan besar dari peti kayunya yang dibawa oleh anak
buahnya dan membukanya kemudian memperlihatkan isinya pada Ki Wabar “Ini bukti
bahwa ikan di laut adalah kecil dan berwarna cerah. Silahkan lihat di dalam
peti kotak ini” Benar. Di dalam peti kayu yang basah tersebut ada banyak sekali
ikan berwarna-warni dan hampir semuanya cerah. Ukuran ikan-ikan tersebut juga
kecil persis seperti yang ia ceritakan.
Ki Wabar melihat apa yang ada di dalam
peti Ki Kamto. Memang benar cerita Ki Kamto bahwa ikan di laut berukuran kecil
dengan warna cerah. Namun Ki Wabar pun juga ingin membuktikan bahwa ceritanya tidaklah
salah. Ia telah siap membawa ikan laut seperti yang diceritakannya. Ikan itu
berada di dalam wadah kayu yang bisa diisi oleh dua orang berbaring sejajar. Di
dalam wadah kayu yang ditarik oleh dua ekor kuda tersebut ada dua ikan empat
ikan berukuran separuh dari panjang satu orang dewasa dan lebarnya hampir sama
dengan ukuran lebar orang dewasa. Empat ikan itu berwarna coklat
kehitam-hitaman. “LIhatlah, ini adalah bukti petualanganku dan bukti kalau
ceritaku tidak salah” Ki Kamto pun melihatnya dan memang benar seperti yang
diceritakan oleh Ki Wabar.
Ki Ageng yang sejak awal duduk manis mendengarkan
cerita mereka berdua dan menyaksikan bukti masing-masing dari hasil petualangan
di lautan selama tiga kali purnama, akhirnya mengeluarkan suaranya yang serak
berat untuk mengambil kesimpulan “Jadi sekarang ada dua kebenaran tentang ikan
di lautan”.
Lanjutin Gus.. Penasaran jadinya gimana???
BalasHapus